Freelance Designer Promotion Tips

Sebagus apa pun suatu produk atau jasa, tetap akan sia-sia jika tidak ditunjang dengan promosi yang baik. Ini berlaku pula bagi desainer komunikasi visual, khususnya yang berstatus sebagai freelancer. Sekeren apa pun skill dan karya kita, bukankah akan percuma jika tidak mampu menjualnya? Buat apa skill dan karya kita, jika tidak ada orang yang tahu?

Di sinilah peran strategi promosi. Melalui strategi yang tepat, bisnis desain kita akan mampu meraih kesuksesan. Bukan hanya sekadar membuat nama kita dikenal, namun juga  mampu membuat kita mendapatkan kesempatan untuk mencapai target pesanan pengerjaan proyek.

Pada kesempatan kali ini, HaloDesain akan mencoba berbagi informasi mengenai cara efektif dalam mempromosian produk. Inilah 20 Tips Promosi Bagi Freelance Designer yang bisa dicoba untuk jasa desain kita:

1. Aktif & Jadilah Populer

Menjadi antisosial tidak akan membantu karir kita sebagai freelancer. Berhenti menatap layar komputer, keluarlah. Buat jadwal untuk menghadiri event-event terkait profesi kita, seperti pameran seni, workshop desain, atau talkshow dari desainer berpengalaman. Sekali-kali, coba ikuti juga event seputar bisnis. Selain bermanfaat untuk belajar mengembangkan bisnis kita sendiri, acara seperti itu juga berguna untuk mencari klien potensial yang sedang membutuhkan desainer.

Jika merasa memiliki ilmu dan pengalaman yang mumpuni, kita juga bisa mempertimbangkan untuk menghubungi beberapa organisasi dan komunitas untuk memberi materi dan pelatihan terkait dunia desain. Intinya, jangan hanya menunggu. Kejar bola, cari peluang, dan jadilah populer!

2. Perkuat Jaringan Dengan Desainer Lain

Bentuklah suatu jaringan dengan desainer lain, baik secara online di media sosial maupun offline melalui event desain yang diikuti. Dengan berteman dengan desainer lain, kesempatan untuk mendapat informasi kerja dan tawaran kolaborasi menjadi semakin besar.

3. Promosi Lintas Profesi

Hubungi semua kerabat, teman, dan rekan bisnis, kemudian yakinkan mereka untuk ikut mempromosikan kita. Berikan juga suatu timbal balik. Jika mereka membantu mempromosikan jasa kita, maka kita pun akan balik mempromosikan bisnis mereka. Harus diingat, membantu promosi bukan berarti harus dalam bentuk media seperti brosur, banner, dan semacamnya. Sebuah rekomendasi dan promosi dari mulut ke mulut pun sudah lebih dari cukup.

4. Referral

Tawarkan potongan harga kepada pelanggan kita, jika mereka berhasil membawa klien lain untuk menggunakan jasa desain kita. Potongan harga sekitar 5 - 20% kepada pelanggan setia yang berhasil membawa klien baru kepada kita bukanlah sesuatu yang merugikan. Selain mampu menghasilkan klien baru, strategi referral juga bisa membuat pelanggan kembali memilih kita jika di lain waktu mereka membutuhkan jasa desain.

5. Jual Karya Secara Online

Ada banyak website yang bisa dijadikan tempat untuk menjual berbagai karya desain, seperti Envato, Etsy dan Threadless. Selain untuk menjual karya desain, website-website tersebut bisa juga dimanfaatkan sebagai tempat memamerkan portofolio. Jadi, di samping mendapatkan passive income dari hasil penjualan, kita pun mendapat tambahan media promosi melalui karya-karya tersebut.

6. Manfaatkan Website Pribadi & Situs Portofolio Online

Manfaatkan website pribadi dan situs portofolio online seperti Behance, Dribble, Kreavi, dan Indonesia Kreatif untuk menyimpan portofolio kita selama ini. Dengan memanfaatkan website dan situs-situs portofolio tersebut, maka karya kita berpeluang untuk dilihat oleh banyak orang. Bayangkan jika yang melihat portofolio kita tersebut adalah desainer lain yang ingin mengajak berkolaborasi atau klien potensial yang mencari desainer. Bukankah itu kesempatan yang bagus untuk mendapatkan proyek?

6. Menulislah!

Cukup banyak desainer yang tidak menyukai kegiatan tulis menulis. Ini cukup disayangkan, padahal sebuah tulisan berkualitas pada dasarnya mampu menjadi sarana promosi yang hebat. Melalui tulisan, pemahaman seorang desainer mengenai bidang yang digelutinya bisa ditonjolkan. Jadi, selain dapat memberi manfaat pada orang lain melalui tulisan-tulisannya, kita juga bisa dinilai sebagai seorang desainer ahli yang benar-benar menguasai bidangnya.

Banyak media yang dapat dimanfaatkan untuk memublikasikan tulisan-tulisan kita. Mulai dari blog pribadi, forum, hingga notes di Facebook. Selain itu, kita juga bisa menjadi penulis tamu di beberapa blog populer yang membahas dunia desain dan freelance.

7. Memanfaatkan Direktori Bisnis

Masih ingat dengan Yellow Pages? Ya, Yellow Pages merupakan sebuah media informasi dan iklan produk dan jasa dalam bentuk direktori yang disusun secara alfabetikal berdasarkan klasifikasi usaha. Hingga saat ini, ternyata masih banyak bisnis yang memanfaatkan direktori iklan tradisional seperti Yellow Pages sebagai alternatif media promosinya.

Disadari atau pun tidak, ini merupakan kesempatan yang bagus bagi para desainer. Banyak perusahaan yang membutuhkan jasa desain efektif untuk iklan mereka di direktori iklan seperti ini. Hubungi kontak perusahaan yang tercantum dalam iklan, kemudian berikan tawaran untuk membuat desain iklan yang nantinya akan dipasang di sana. Catatan, gaya iklan dalam direktori bisnis seperti ini berbeda dengan gaya iklan dalam media massa seperti koran atau majalah. Jadi, sebelum melakukan penawaran, pahami dulu karakteristik iklannya!

8. Kupon Diskon

Sertakan kupon diskon untuk jasa desain kita di bagian belakang kartu nama, brosur, dan media promosi cetak lainnya. Selain itu, membuat e-coupon yang disebar di website, media sosial dan forum online juga bisa menjadi pilihan.

9. Berikan Konsultasi Gratis Soal Desain

Masih banyak klien yang belum mengetahui desain seperti apa yang paling tepat untuk bisnisnya. Di sinilah peran seorang desainer sebagai konsultan diperlukan. Kita bisa memberi konsultasi gratis kepada klien soal kebutuhan-kebutuhan desain mereka.

Mengapa harus gratis? Harus diingat, bisnis yang paling dicari adalah bisnis yang memberikan benefit paling banyak. Dalam konteks jasa desain komunikasi visual, benefit yang diberikan biasanya berupa pelayanan dan kualitas desain yang bagus, harga yang layak, serta lain sebagainya. Masalahnya, semua Freelance Designerr pasti menawarkan benefit seperti itu juga. Karena itu, konsultasi desain gratis merupakan sebuah benefit tambahan yang boleh jadi membuat diferensiasi antara kita dengan freelancer lain.

10. Jadi Iklan Berjalan

Aplikasikan karya desain dan nama bisnis kita ke sebuah t-shirt atau jaket. Kenakan dan pamerkan.
Menjadi iklan berjalan bagi bisnis kita sendiri adalah cara paling seru untuk promosi. Selain akan merasakan sebuah kebanggan karena mengenakan karya desain sendiri, ini juga merupakan strategi self branding yang bagus bagi bisnis kita.

11. Berbagi Produk & Jadikan Orang Lain Iklan Berjalan

Sudah menjadikan diri sendiri sebagai iklan berjalan? Sekarang, lanjutkan ke strategi selanjutnya, yaitu menjadikan orang lain sebagai iklan berjalan untuk bisnis kita. Jika kebetulan sedang memiliki kelebihan uang, coba berikan t-shirt dan jaket bisnis kepada teman atau rekan bisnis. Di samping untuk menjadikan mereka iklan berjalan, hadiah kecil seperti ini juga efektif untuk mempererat hubungan kita dengan mereka.

12. Selalu Follow Up Email

Selalu ucapkan terima kasih kepada klien yang telah memberi kita sebuah proyek serta kepada teman yang mereferensikan nama kita dan membantu bisnis kita. Jangan biarkan orang-orang yang penting bagi bisnis kita pergi hanya karena merasa tidak dihargai. Kirimkan email berupa ucapan terima kasih, dan jaga hubungan kita dengan mereka.

13. Newsletter & Email Promo

Pastikan membuat tombol berlangganan newsletter dan email promo pada website milik kita. Saat ini, sebuah newsletter dan email promo sudah dianggap sebagai salah satu cara tepat untuk mempromosikan bisnis. Selain itu, cara ini juga merupakan cara yang bagus untuk mendapatkan informasi kontak dari klien potensial.

14. Cari Perusahaan/Instansi yang Membutuhkan Perbaikan Desain

Pernah mendapatkan selebaran (flyer atau brosur) dengan desain yang dirasa kurang bagus? Pernah masuk ke sebuah website, kemudian berpikir, "Kok desainnya gini-gini amat yah? Nggak ada yang lebih bagus?". Jika ya, jangan hanya diam dan sekadar mengeluh! Jadikan ini sebagai peluang untuk menawarkan jasa kita. Hubungi perusahaan atau instansi yang dimaksud. Namun ingat, jangan terang-terangan menyebut desain mereka selama ini kurang bagus! Tanyakan saja apa mereka membutuhkan seorang desainer, atau berikan penawaran jika kita bisa membuat berbagai visual branding dan media promosi yang lebih efektif ketimbang yang selama ini mereka gunakan.

15. Freebies

Punya karya desain yang bagus, namun tidak terpakai? Sering membuat proyek fiktif? Coba bagikan karya-karya tersebut secara cuma-cuma, dan submit ke berbagai situs populer penyedia stok desain gratis. Karya freebies, terutama yang disebar melalui berbagai situs populer, sangat bermanfaat untuk meningkatkan traffic pengunjung baru ke website dan akun media sosial kita.

16. Cari Bisnis Baru di Daerah Kita

Baca berbagai media lokal dan cari tahu tentang bisnis-bisnis yang baru berdiri di daerah kita. Ini bisa menjadi kesempatan kita untuk mendapatkan klien potensial. Buat sebuah proposal atau tawaran kepada mereka. Bisnis-bisnis baru seperti itu biasanya membutuhkan jasa desainer, khususnya untuk media promosi mereka.

17. Kirim Tawaran ke Agensi

Ada ribuan agensi desain yang tersebar di seluruh dunia. Sebagian besar di antaranya, seringkali membutuhkan bantuan freelancer untuk membantu pengerjaan proyek mereka. Buat sebuah penawaran yang disertai portofolio terbaik, lalu kirimkan kepada agensi-agensi tersebut. Jika kualitas kita memang memadai, mereka akan menghubungi kita untuk diajak bekerjasama.

18. Lakukan Proyek Amal

Jika sedang tidak ada proyek mendesak, coba sekali-kali buat proyek amal gratis (pro bono). Cari organisasi nirlaba atau charity event yang sekiranya sedang membutuhkan jasa desainer, lalu tawarkan diri sebagai sukarelawan. Anggap proyek amal ini sebagai Corporate Social Responsibilty (CSR) dan buat jadwal rutin untuk melakukannya, misal tiga atau enam bulan sekali.

Meski berstatus amal dan tidak dibayar, tetap berikan yang terbaik untuk proyek ini. Yakinilah jika suatu saat akan ada klien potensial yang melihat karya amal kita tersebut, dan tertarik untuk mengajak bekerjasama.

19. Adakan Lomba

Adakan sebuah lomba dengan syarat tiap peserta diharuskan untuk follow dan like akun media sosial kita. Hadiahnya bisa berupa jasa desain gratis, atau berupa produk jadi seperti t-shirt dan mug dengan gambar karya desain kita. Meski hanya lomba kecil-kecilan, namun strategi ini cukup efektif untuk menghasilkan brand awareness. Bagaimanapun juga, pada dasarnya tiap orang senang mendapatkan hadiah, terutama jika syarat untuk mendapatkannya memang tergolong mudah.

20. Iklan Berbayar

Bagi sebagian besar freelancer, membayar untuk sebuah iklan mungkin tidak bisa dijadikan pilihan. Namun pada dasarnya, tidak ada salahnya untuk menjalankan strategi iklan berbayar ini. Cukup banyak metode yang bisa dipilih, seperti melalui Google Adwords, Facebook Ads, atau menyewa buzzer di Twitter. Hasilnya cukup efektif, dan biayanya jelas jauh lebih murah ketimbang harus membuat iklan di media cetak atau elektronik.

Itulah 20 Tips Promosi Bagi Freelance Designer . Silakan coba jalankan strategi-strategi tersebut. Lalu, bersiaplah untuk menjadi populer dan kebanjiran pesanan!
Design Brief Proyek Desain Logo

Bagaimana cara membuat identitas merek (brand identity) yang efektif? Bagaimana caranya agar desainer mampu menggambarkan karakteristik suatu bisnis ke dalam sebuah simbol secara tepat? Design brief adalah solusinya.

Design brief merupakan gambaran awal suatu proyek desain yang merupakan kesepakatan antara desainer dan klien, agar desain yang dihasilkan mampu memberikan solusi yang tepat. Dalam konteks pembuatan logo, design brief akan membantu klien menentukan sasaran yang diinginkan dalam proyek pembuatan logo itu sendiri. Selain itu, design brief juga menolong desainer untuk mengetahui segala informasi mengenai bisnis klien, sehingga logo yang dihasilkan mampu menjadi identitas yang kuat dan tepat bagi bisnis tersebut.

Pada dasarnya, pemberian materi design brief merupakan kewajiban klien, karena bagaimana pun juga, klienlah yang paling memahami seluk-beluk bisnisnya. Namun, ini bukan berarti desainer bisa lepas tangan begitu saja dan menyerahkan masalah design brief pada klien sepenuhnya. Desainer tetap memiliki kewajiban untuk memberi masukan mengenai apa saja yang harus dijelaskan dalam design brief.

Harus diingat, tidak semua klien mengetahui apa yang mereka butuhkan. Jadi, dengan adanya masukan dari desainer (yang biasanya berbentuk kuensioner), klien bisa menjelaskan setiap informasi yang dibutuhkan secara tepat tanpa harus bertele-tele dan melenceng dari tujuan utama.

Lantas, informasi apa saja yang harus ada dalam design brief? Di sini, HaloDesain akan membantu memberi tips dan gambaran isi design brief untuk proyek pembuatan logo:

Profil Perusahaan/Organisasi
Profil Perusahaan
Image by Lars Plougmann | https://www.flickr.com/photos/criminalintent/2744040362/

Berikan deskripsi secara terperinci mengenai profil perusahaan/organisasi. Beberapa poin penting yang harus ada dalam deskripsi adalah:
  1. Latar belakang. Mencakup perusahaan, tagline, tanggal pendirian, visi-misi, sektor industri, jenis produk atau jasa, alamat perusahaan, alamat website, akun media sosial, dan semacamnya.
  2. Kompetitor. Persaingan dalam suatu bisnis merupakan hal yang wajar. Poin ini menekankan siapa saja kompetitor perusahaan/organisasi klien.
  3. Diferensiasi. Diferensiasi merupakan faktor pembeda antara suatu perusahaan/organisasi dengan kompetitornya. Apa saja keunggulan klien dibanding dengan kompetitor? Mengapa publik harus lebih memilih produk dan jasa dari perusahaan/organisasi milik klien?
Target Market
Target Pasar
Image by Richard Matthews | https://www.flickr.com/photos/richardofengland/6788829651/

Visualisasi logo perusahaan yang mengincar target market anak-anak tentu harus berbeda dengan logo perusahaan yang mengincar target market orang dewasa. Dengan mengetahui dan memahami siapa targetnya, maka desain logo yang dibuat bisa tepat sasaran. Karena itu, jelaskan siapa target market bisnisnya. Berikan deskripsinya dengan jelas, mulai dari rentang umur, gender, tingkat penghasilan, kelas sosial, lokasi, dan sebagainya. Setelah itu, tentukan pula apa keinginan mereka dan apa saja yang mereka butuhkan.

Maksud & Tujuan
Maksud & Tujuan
Image by Seth Sawyers | https://www.flickr.com/photos/sidewalk_flying/3534131757/

Adanya penjelasan maksud dan membantu desainer untuk memahami sasaran akhir proyeknya. Dengan memahami sasarannya, desainer bisa menyusun strategi yang sesuai agar logo yang dihasilkan sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Karena itu, deskripsikan apa tujuan proyeknya dan apa yang ingin dikomunikasikan kepada publik melalui logo ini.

Timeline
Linimasa
Image by Neil Cummings | https://www.flickr.com/photos/chanceprojects/5128497616/

Jadwal terperinci merupakan panduan bagi desainer agar lebih disiplin dan mampu menyelesaikan proyek tepat waktu. Namun, mesti diingat, batas waktu yang ditetapkan harus realistis. Untuk membuat karya desain yang baik, butuh sebuah proses. Menetapkan batas waktu yang terburu-buru hanya akan membuat logo yang dihasilkan menjadi tidak maksimal. Pihak klien dan desainer lebih baik mendiskusikan lebih lanjut soal timeline pengerjaan proyeknya, agar kedua belah pihak merasa saling diuntungkan.

Referensi
Referensi
Image by Toronto Public Library | https://www.flickr.com/photos/43021516@N06/4192987881/

Meski sebuah logo seharusnya dibuat berdasarkan apa yang dibutuhkan, namun tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan pula apa yang diinginkan oleh klien. Pengumpulan referensi merupakan salah satu langkahnya. Dengan adanya referensi, desainer memiliki patokan untuk penerapan estetika dalam desain logonya. Berikan beberapa pertanyaan seperti desain seperti apa yang dianggap efektif dan menarik oleh klien? Adakah contohnya? Elemen dan gaya desain seperti apa yang tidak disukai oleh klien, sehingga dilarang untuk diaplikasikan dalam visualisasi logonya?

***

Demikianlah tips dan gambaran isi design brief untuk proyek pembuatan logo. Sekadar catatan, gambaran design brief yang dijelaskan di atas tentu saja fleksibel. Jika gambaran di atas dirasa masih banyak memiliki kekurangan, Haders bisa mengembangkan isinya agar menjadi versi yang lebih baik.  

Sebagai tambahan, HaloDesain akan membagikan contoh design brief ini. Ada dua format design brief yang akan diberikan, doc dan pdf. Format doc berupa beberapa pertanyaan dalam bentuk kuesioner dengan space kosong untuk jawaban. Design brief format doc ini cocok digunakan oleh desainer, karena bisa dengan mudah diedit sesuai kebutuhan. Dengan demikian, saat desainer mendapatkan proyek pembuatan logo, design brief format doc ini bisa dicetak atau dikirimkan ke klien untuk diisi. Design brief format doc ini bisa di-download di sini.

Sementara untuk format pdf, HaloDesain memberikan contoh pertanyaan berupa kuesioner dan jawabannya. Design brief format rtf ini cocok digunakan oleh klien, karena HaloDesain menyadari jika ternyata cukup banyak klien yang merasa bingung saat dihadapkan dengan berbagai pertanyaan yang ada di dalamnya. Design brief format pdf ini bisa di-download di sini.

Semoga bermanfaat!
Redesain Logo Terpopuler 2015

Pada semester pertama 2015 ini, cukup banyak perusahaan dan instansi yang melakukan penggantian logo. Alasan penggantiannya beragam. Ada yang disebabkan oleh perubahan strategi branding, ada pula yang disebabkan karena logo lama dinilai tidak fleksibel dan sudah tidak sesuai dengan perkembangan.

Dari sekian banyak redesain logo yang diluncurkan pada semester pertama 2015, ada beberapa di antaranya yang cukup menyita perhatian publik. HaloDesain mencoba mengumpulkan proyek-proyek redesain yang menyita perhatian publik ini, dan mengumpulkannya sebagai proyek redesain terpopuler. Penilaian paling populer ini didapat setelah melakukan beberapa pertimbangan dari berbagai aspek, seperti tingkat sosialisasi dan pemberitaan di media.

Dari hasil pertimbangan tersebut, kami memilih sepuluh di antaranya untuk ditempatkan sebagai proyek redesain logo terpopuler. Inilah 10 Redesain Logo Terpopuler 2015, versi HaloDesain:

10. Dar! Mizan
Logo Baru Dar! Mizan


Dar! Mizan, yang merupakan salah satu lini penerbit Mizan yang fokus pada penerbitan buku anak dan remaja meluncurkan logo baru pada pertengahan Mei lalu. Menurut pihak Dar!, visualisasi balon kata pada logo barunya menggambarkan karakteristik penerbit yang selalu membuka jalan bagi penulis untuk menuangkan buah karya dan ide mereka. Sementara warna oranye dan jenis huruf yang terkesan fancy, melambangkan kedinamisan dunia anak dan remaja.

9. Kementerian BUMN
Logo Baru Kementerian BUMN


Bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-17, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meluncurkan logo baru. Logo ini mengusung empat komponen yang terdiri dari bulatan kanan atas, lingkaran yang bergerak dinamis ke atas, dan panah ke atas. Logo baru ini mengusung tema Sinergi Membangun Negeri, yang bermakna jika BUMN harus bisa menjadi agen pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat.

8. Axis
Logo Baru Axis


Provider seluler Axis hadir dengan wajah baru pasca merger dengan XL. Melalui kesederhanaan logo barunya, Axis mencoba menyampaikan strategi branding-nya sebagai layanan telekomunikasi yang menyediakan layanan simpel, terutama untuk sekedar menelpon, SMS, dan data internet sesuai kebutuhan dengan tarif irit.

7. Astra Motor
Logo Baru Astra Motor


Menyambut ulang tahun ke-45 beberapa hari lalu, Astra Motor memperkenalkan logo baru perusahaannya, dengan visualisasi yang didominasi oleh warna biru dan merah. Warna biru, selain melambangkan kepercayaan, dinamis, kreativitas, serta loyalitas, juga mewakili warna PT Astra International Tbk sebagai induk perusahaan Astra Motor. Sementara warna merah mewakili warna logo sepeda motor Honda, sebagai produk utama dalam penjualan retail Astra Motor.

6. Blibli
Logo Baru Blibli


Setelah tiga tahun menggunakan logo lama, Blibli memutuskan untuk menyegarkan brand mereka melalui peluncuran logo baru. Pada logo barunya, Blibli melakukan sedikit perubahan warna, bentuk, dan tagline. Selain itu, ada pula penambahan logogram berupa ikon keranjang belanja, yang menunjukkan Blibli sebagai situs belanja online.

5. TB Gramedia
Logo Baru Gramedia


Awal Mei, Gramedia mengumumkan peluncuran logo baru. Logo bergaya lettermark dengan logotype Gramedia ini memiliki makna kreativitas, fleksibilitas, kemajuan, perubahan, dan kekuatan untuk memberikan ide dan insipirasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia.

4. Biznet
Logo Baru Biznet


Pasca melakukan joint venture dengan Internet Initiative Japan Inc., Biznet melakukan redesain logo untuk seluruh lini bisnisnya. Menurut Biznet, redesain logo ini bertujuan untuk menciptakan sebuah identitas yang dapat merepresentasikan transformasi Biznet dari semula hanya berupa perusahaan B2B, menjadi perusahaan B2B dan B2C bertaraf internasional.

3. Pemkot Pekalongan
Logo Baru Pekalongan


Akhir Januari lalu, Pemerintah Kota Pekalongan mengambil langkah strategis dengan meluncurkan logo baru. Selain untuk mengganti logo lama yang dinilai kurang fleksibel, peluncuran logo baru yang didapatkan dari hasil sayembara ini diharapkan mampu memberi semangat baru bagi masyarakat Kota Pekalongan. Proyek redesain logo Pemkot Pekalongan ini sempat ramai diliput media setelah munculnya penolakan dari segelintir warga dan beberapa anggota DPRD.

2. Kaskus
Logo Baru Kaskus


Pada 26 Februari 2015, Kaskus yang merupakan forum online terbesar di Indonesia memperkenalkan logo baru. Menurut pihak Kaskus, perubahan logo ini mempresentasikan bahwa di usianya yang ke-15, Kaskus tetap relevan dengan penggunanya dan mengikuti tren yang juga berubah. Dengan perubahan logo ini, Kaskus ingin meningkatkan value yang sudah ada.

1. Jogja (Place Branding)
Logo Baru Jogja


Setelah sempat terbentur masalah togua-gate yang menyita perhatian netizen, Badan Pemerintahan Daerah Yogyakarta membentuk Tim 11 yang beranggotakan elemen masyarakat yang berkompeten terhadap visual branding. Tugas tim ini adalah membantu pemerintah daerah dalam memilih logo baru, yang dilakukan melalui proses lomba.

Awal Februari 2015, Tim 11 akhirnya memperkenalkan logo dan tagline baru. Menurut Tim 11, logo baru Jogja ini memuat makna dan filosofi yang menggambarkan gagasan Sultan Hamengku Buwono X dalam arah pembangunan Yogyakarta ke depannya.

***

Itulah sepuluh redesain logo terpopuler 2015 versi HaloDesain. Proyek redesain logo mana yang paling kalian suka, Haders?
Wordmark Logo Inspiration

Wordmark logo adalah logo berbentuk teks nama perusahaan/merek yang dirancang sedemikian rupa hingga membentuk suatu visualisasi utuh sebuah identitas. Jika dibandingkan dengan logo jenis lain, seperti lettermark (inisial), pictorial mark (gambar), atau logo-maskot, logo bergaya wordmark memiliki kelebihan seperti kemudahan identifikasi serta fleksibilitasnya.

Meski hanya terdiri dari teks, namun bukan berarti logo jenis ini harus berbentuk kaku dalam balutan font biasa. Cukup banyak logo bergaya wordmark yang mampu menonjolkan kreativitas. Hasilnya menarik, ciri khas logonya jadi lebih menonjol, seperti yang bisa dilihat dari karya beberapa desainer dan brand consultant asal Indonesia berikut ini:

Logo Neuk Zakifitria Inc

Ciri khas logo ini terdapat pada huruf N-nya, dengan whitespace berbentuk siluet anak kecil. Desain ini merupakan karya Zakifitria Inc. untuk Neuk, sebuah perusahaan di bidang fashion, khususnya pakaian balita.

Logo Tijili LeBoYe

Visualisasi logo Tijili terinspirasi dari motif tradisional yang mewakili Dewi Sri, yang ditafsirkan dalam bentuk modern sebagai budaya yang dinamis dan kreatif. Logo ini dibuat oleh LeBoYe, sebuah brand consultant asal Jakarta.

Logo Seruling Kyuuki

Secara keseluruhan, visualisasi logo ini menampilkan sentuhan motif lokal pada logotype mereknya (terutama pada huruf S), dengan ciri khas bentuk seruling pada huruf L-nya. Logo ini merupakan karya Kyuuki untuk Seruling Resto & Cafe.

Logo Primaax Fengshui

Logo karya Feng Shui Untuk Logo ini dibuat untuk Primaax, sebuah perusahaan yang bergerak pada bidang otomotif. Ciri khas logo ini terdapat pada whitespace huruf R yang membentuk simbol singa.

Logo Loka Makkimakki

Logo ini dibuat oleh Makkimakki, sebuah brand consultant level internasional yang berbasis di Jakarta. Huruf O pada logo ini membentuk visualisasi keranjang belanja, mengacu pada bisnis Loka yang bergerak pada bidang retail dan supermarket.

Logo Kalila Tjoret

Tjoret Creative Studio membuat logo Kalila Adventure dengan teks yang dibentuk dari visualisasi daun pisang. Logo ini menggambarkan karakteristik Kalila Adventure yang merupakan wahana edutainment berwawasan lingkungan dan berkonsep hijau.

Logo Besya Dharma Anjarrahman

Ciri khas logo ini terdapat pada huruf A, yang dibuat dari bentuk bulan sabit dan berlian, sehingga secara sekilas menampilkan visualisasi berupa kubah masjid. Logo ini merupakan karya Dharma Anjarrahman untuk Besya Hijab, perusahaan yang bergerak di bidang fashion islami.

Logo Radatime Fadly Pratama

Logo ini memiliki ciri khas pada huruf M-nya yang membentuk obyek sebuah jam, mengacu pada bidang bisnis yang dijalankan, yaitu jual-beli jam secara online. Logo ini merupakan karya Fadly Pratama untuk Radatime.

Logo Gerai Ollyn Nexto

Logo ini dibuat oleh Nexto, sebuah studio desain yang berlokasi di Depok. Huruf Y pada logo ini membentuk visualisasi kepala perempuan dengan rambut tergerai, sebagai bentuk pesan yang menunjukkan bisnis Gerai Ollyn yang bergerak di bidang fashion khusus perempuan.


Logo Legen Rian Rahardi

Logo karya Rian Rahardi ini dibuat untuk Legen, sebuah perusahaan yang memproduksi gula semut alami. Karakteristik logo ini terdapat pada whitespace huruf G yang membentuk simbol kepala semut.

Logo Nook Aldo Picaso

Tidak seperti kebanyakan logo real estate yang menggunakan logo generik berupa simbol atap rumah, Nook mencoba untuk berbeda melalui logo karya Aldo Picaso yang bergaya wordmark dengan visualisasi berbentuk daun pintu pada whitespace huruf N-nya.

Logo Sedudo Mohammad Hafidz

Logo Sedudo dibuat menggunakan kustomisasi font untuk menampilkan visualisasi riak air. Logo ini dibuat oleh Mohammad Hafidz sebagai place identity branding untuk Air Terjun Sedudo di Nganjuk.

***

Itulah beberapa inspirasi desain logo yang menggunakan gaya wordmark. Logo mana yang paling kalian suka, Haders?
Generic & Overused Logo

Apa itu logo generik? Logo generik adalah logo yang dibuat dari elemen-elemen yang terlalu sering digunakan. Logo generik biasanya tidak memiliki keunikan dan sangat lemah secara konsep. Beberapa desainer bahkan menganggap logo generik sebagai logo yang miskin kreativitas.

Mengapa miskin kreativitas?

Begini, salah satu fungsi logo adalah sebagai identitas visual, yang merupakan salah satu pendukung dalam strategi branding. Jadi, visualisasi logo seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan klien. Masalahnya, logo generik tidak memiliki hal tersebut. Meski secara estetika bisa nampak bagus, namun jarang ada logo generik yang mampu memvisualisasikan karakteristik suatu perusahaan dengan baik dan tepat.

Dari pengamatan HaloDesain, rasanya ini diakibatkan oleh minimnya pemahaman desainer terhadap brief, serta kemalasan dalam melakukan riset. Hasilnya jelas, antara satu logo dengan yang lain, visualisasinya nyaris serupa. Tidak memiliki keunikan, dan sama sekali tidak eksklusif. Itulah alasan mengapa logo generik disebut miskin kreativitas.

Harus dipahami, logo generik sangat merugikan kedua belah pihak, baik klien maupun desainer. Bagi klien, mereka terpaksa hanya mendapatkan logo pasaran yang sudah terlalu banyak digunakan oleh orang lain, bahkan meski mereka sudah mengeluarkan cukup banyak biaya. Sementara bagi desainer, ada kemungkinan mereka dianggap kurang kreatif. Lebih buruk lagi, mereka akan dicap sebagai plagiator.

Berikut ini merupakan beberapa contoh logo generik yang dikumpulkan oleh seorang desainer bernama Giovanni Tondini, yang menunjukkan betapa membosankannya logo-logo model ini:

Logo Generik Lenkung
Generik 1 - Lengkung

Logo Generik Ethnocentric
Generik 2 - Ethnocentric Font
Logo Generik Lingkaran Dua Warna
Generik 3 - Lingkaran Dua Warna

Logo Generik Satisfaction
Generik 4 - Satisfaction Font

Logo Generik Inisial Kotak
Generik 5 - Inisial Dalam Kotak

Logo Generik Grafik Finansial
Generik 6 - Grafik Finansial

Logo Generik Atap Rumah
Generik 7 - Atap Rumah

Logo Generik Lingkaran 3D
Generik 8 - Lingkaran 3D

Logo Generik Line Art Mobil
Generik 9 - Line Art Mobil

Logo Generik Pohon
Generik 10 - Pohon (Batang Berbentuk Manusia/Tangan)

Logo Generik Manusia Bersorak
Generik 11 - Manusia Bersorak

Logo Generik Garis Swoosh
Generik 12 - Garis Swoosh

Logo Generik Simbol Air
Generik 13 - Simbol Air (Sering Digabung Dengan Simbol Daun)

Logo Generik Lingkaran, Colorful Abstract, Gerigi Roda
Generik 14, 15, 16 - Lingkaran Bertaut, Colorful Abstract People, Gerigi Roda

Jadi, apa kita masih akan mempertahankan logo generik ini, meski sudah mengetahui sudah terlalu banyak perusahaan yang menggunakannya? Bahkan meski sudah memahami apa saja kerugiannya?