Logo Generik, Logo Miskin Kreativitas

Generic & Overused Logo

Apa itu logo generik? Logo generik adalah logo yang dibuat dari elemen-elemen yang terlalu sering digunakan. Logo generik biasanya tidak memiliki keunikan dan sangat lemah secara konsep. Beberapa desainer bahkan menganggap logo generik sebagai logo yang miskin kreativitas.

Mengapa miskin kreativitas?

Begini, salah satu fungsi logo adalah sebagai identitas visual, yang merupakan salah satu pendukung dalam strategi branding. Jadi, visualisasi logo seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan klien. Masalahnya, logo generik tidak memiliki hal tersebut. Meski secara estetika bisa nampak bagus, namun jarang ada logo generik yang mampu memvisualisasikan karakteristik suatu perusahaan dengan baik dan tepat.

Dari pengamatan HaloDesain, rasanya ini diakibatkan oleh minimnya pemahaman desainer terhadap brief, serta kemalasan dalam melakukan riset. Hasilnya jelas, antara satu logo dengan yang lain, visualisasinya nyaris serupa. Tidak memiliki keunikan, dan sama sekali tidak eksklusif. Itulah alasan mengapa logo generik disebut miskin kreativitas.

Harus dipahami, logo generik sangat merugikan kedua belah pihak, baik klien maupun desainer. Bagi klien, mereka terpaksa hanya mendapatkan logo pasaran yang sudah terlalu banyak digunakan oleh orang lain, bahkan meski mereka sudah mengeluarkan cukup banyak biaya. Sementara bagi desainer, ada kemungkinan mereka dianggap kurang kreatif. Lebih buruk lagi, mereka akan dicap sebagai plagiator.

Berikut ini merupakan beberapa contoh logo generik yang dikumpulkan oleh seorang desainer bernama Giovanni Tondini, yang menunjukkan betapa membosankannya logo-logo model ini:

Logo Generik Lenkung
Generik 1 - Lengkung

Logo Generik Ethnocentric
Generik 2 - Ethnocentric Font
Logo Generik Lingkaran Dua Warna
Generik 3 - Lingkaran Dua Warna

Logo Generik Satisfaction
Generik 4 - Satisfaction Font

Logo Generik Inisial Kotak
Generik 5 - Inisial Dalam Kotak

Logo Generik Grafik Finansial
Generik 6 - Grafik Finansial

Logo Generik Atap Rumah
Generik 7 - Atap Rumah

Logo Generik Lingkaran 3D
Generik 8 - Lingkaran 3D

Logo Generik Line Art Mobil
Generik 9 - Line Art Mobil

Logo Generik Pohon
Generik 10 - Pohon (Batang Berbentuk Manusia/Tangan)

Logo Generik Manusia Bersorak
Generik 11 - Manusia Bersorak

Logo Generik Garis Swoosh
Generik 12 - Garis Swoosh

Logo Generik Simbol Air
Generik 13 - Simbol Air (Sering Digabung Dengan Simbol Daun)

Logo Generik Lingkaran, Colorful Abstract, Gerigi Roda
Generik 14, 15, 16 - Lingkaran Bertaut, Colorful Abstract People, Gerigi Roda

Jadi, apa kita masih akan mempertahankan logo generik ini, meski sudah mengetahui sudah terlalu banyak perusahaan yang menggunakannya? Bahkan meski sudah memahami apa saja kerugiannya?

13 komentar:

  1. ohh sebutannya logo generik ini toh. Terima kasih infonya :D

    BalasHapus
  2. Pembahasan yang cukup menarik, namun bisa saja suatu saat, sebuah logo yg dirancang dengan matang, karena terkenal maka ditiru style nya oleh orang-orang dan menjadi logo generik.

    Atau, dalam suatu kasus, kita mendesain logo yg sesuai keinginan klien, tapi tanpa kita / klien sadari ternyata logo itu tergolong 'generik'.

    Terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Soal logo yang kita buat menjadi terkenal dan ditiru style-nya oleh orang lain, itu nggak jadi masalah. Itu malah menunjukkan logo kita punya karakter dan mampu menjadi pelopor bagi logo lain dengan style yang sama.

      Sementara untuk logo yang tidak kita sadari ternyata generik, itulah fungsi utama riset dalam proses membuat desain logo. Dengan riset, kita bisa memastikan logo tersebut memang unik, atau setidaknya memang bukan termasuk pada jenis logo generik.

      Hapus
  3. Twrgantung klient, udah kita rancang logonya sebagus mungkin eh klinet mintanya kaya logo generik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebagai orang yang berprofesi di dunia desain komunikasi visual, desainer logo seharusnya jangan hanya mengandalkan kemampuan desain saja, tapi juga kemampuan berkomunikasinya. Saat kita tahu klien meminta logo generik, adalah kewajiban bagi kita untuk memberikan pemahaman jika logo yang dia inginkan itu generik, tidak unik, dan sudah terlalu banyak orang yang menggunakannya.

      Setelah itu, kita tawarkan konsep kita pada klien. Logo dengan konsep matang yang mampu mewakili karakteristik bisnisnya, sesuai hasil pendalaman brief, riset, dan brainstorming.

      Hapus
  4. wah ternyata saya msh kecemplung pada generict logo..
    pantesan..
    bermanfaat banget ni bang, jadi memacu buat peres otak bwt lbh kreatf lg..
    keren

    BalasHapus
  5. Waaah saya sangat senang ada website yang membahas tentang desain komunikasi visual.
    Saya harap website ini tetap terus hidup hingga suatu saat nanti masyarakat indonesia bisa lebih banyak membaca dan mengerti apa sebenarnya desain itu sehingga menguba pandangan tentang desain selama ini.

    Terima Kasih Halo Desain
    Tetap Berjuang :D

    BalasHapus
  6. Lantas logo yg non generik gmna bg ada contohny gak.. biar tau dn lbh kretif lg niii

    BalasHapus
  7. Generik tidak harus jelek...serupa yg ga boleh

    BalasHapus
  8. kalo logo dg bentuk dasar itu bagaimana om??
    termasuk logo generik atau bukan??
    contohnya logo Delta Airlines yg didesain oleh Lippincott

    BalasHapus
  9. iya mas..berikan juga contoh logo yang non generik

    BalasHapus
  10. Sempet mikir kenapa banyak designer logo yg jual otaknya dengan murah, 50k aja kita dapet logo yg bagus, tp ternyata ini tah masalahnya, hehe, be creative designer!, ini bisa jd alesan kenapa design kita harganya mahal,.
    Txu mas udah bikin tulisan ini ;)

    BalasHapus