Design Brief Untuk Proyek Desain Logo

Design Brief Proyek Desain Logo

Bagaimana cara membuat identitas merek (brand identity) yang efektif? Bagaimana caranya agar desainer mampu menggambarkan karakteristik suatu bisnis ke dalam sebuah simbol secara tepat? Design brief adalah solusinya.

Design brief merupakan gambaran awal suatu proyek desain yang merupakan kesepakatan antara desainer dan klien, agar desain yang dihasilkan mampu memberikan solusi yang tepat. Dalam konteks pembuatan logo, design brief akan membantu klien menentukan sasaran yang diinginkan dalam proyek pembuatan logo itu sendiri. Selain itu, design brief juga menolong desainer untuk mengetahui segala informasi mengenai bisnis klien, sehingga logo yang dihasilkan mampu menjadi identitas yang kuat dan tepat bagi bisnis tersebut.

Pada dasarnya, pemberian materi design brief merupakan kewajiban klien, karena bagaimana pun juga, klienlah yang paling memahami seluk-beluk bisnisnya. Namun, ini bukan berarti desainer bisa lepas tangan begitu saja dan menyerahkan masalah design brief pada klien sepenuhnya. Desainer tetap memiliki kewajiban untuk memberi masukan mengenai apa saja yang harus dijelaskan dalam design brief.

Harus diingat, tidak semua klien mengetahui apa yang mereka butuhkan. Jadi, dengan adanya masukan dari desainer (yang biasanya berbentuk kuensioner), klien bisa menjelaskan setiap informasi yang dibutuhkan secara tepat tanpa harus bertele-tele dan melenceng dari tujuan utama.

Lantas, informasi apa saja yang harus ada dalam design brief? Di sini, HaloDesain akan membantu memberi tips dan gambaran isi design brief untuk proyek pembuatan logo:

Profil Perusahaan/Organisasi
Profil Perusahaan
Image by Lars Plougmann | https://www.flickr.com/photos/criminalintent/2744040362/

Berikan deskripsi secara terperinci mengenai profil perusahaan/organisasi. Beberapa poin penting yang harus ada dalam deskripsi adalah:
  1. Latar belakang. Mencakup perusahaan, tagline, tanggal pendirian, visi-misi, sektor industri, jenis produk atau jasa, alamat perusahaan, alamat website, akun media sosial, dan semacamnya.
  2. Kompetitor. Persaingan dalam suatu bisnis merupakan hal yang wajar. Poin ini menekankan siapa saja kompetitor perusahaan/organisasi klien.
  3. Diferensiasi. Diferensiasi merupakan faktor pembeda antara suatu perusahaan/organisasi dengan kompetitornya. Apa saja keunggulan klien dibanding dengan kompetitor? Mengapa publik harus lebih memilih produk dan jasa dari perusahaan/organisasi milik klien?
Target Market
Target Pasar
Image by Richard Matthews | https://www.flickr.com/photos/richardofengland/6788829651/

Visualisasi logo perusahaan yang mengincar target market anak-anak tentu harus berbeda dengan logo perusahaan yang mengincar target market orang dewasa. Dengan mengetahui dan memahami siapa targetnya, maka desain logo yang dibuat bisa tepat sasaran. Karena itu, jelaskan siapa target market bisnisnya. Berikan deskripsinya dengan jelas, mulai dari rentang umur, gender, tingkat penghasilan, kelas sosial, lokasi, dan sebagainya. Setelah itu, tentukan pula apa keinginan mereka dan apa saja yang mereka butuhkan.

Maksud & Tujuan
Maksud & Tujuan
Image by Seth Sawyers | https://www.flickr.com/photos/sidewalk_flying/3534131757/

Adanya penjelasan maksud dan membantu desainer untuk memahami sasaran akhir proyeknya. Dengan memahami sasarannya, desainer bisa menyusun strategi yang sesuai agar logo yang dihasilkan sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Karena itu, deskripsikan apa tujuan proyeknya dan apa yang ingin dikomunikasikan kepada publik melalui logo ini.

Timeline
Linimasa
Image by Neil Cummings | https://www.flickr.com/photos/chanceprojects/5128497616/

Jadwal terperinci merupakan panduan bagi desainer agar lebih disiplin dan mampu menyelesaikan proyek tepat waktu. Namun, mesti diingat, batas waktu yang ditetapkan harus realistis. Untuk membuat karya desain yang baik, butuh sebuah proses. Menetapkan batas waktu yang terburu-buru hanya akan membuat logo yang dihasilkan menjadi tidak maksimal. Pihak klien dan desainer lebih baik mendiskusikan lebih lanjut soal timeline pengerjaan proyeknya, agar kedua belah pihak merasa saling diuntungkan.

Referensi
Referensi
Image by Toronto Public Library | https://www.flickr.com/photos/43021516@N06/4192987881/

Meski sebuah logo seharusnya dibuat berdasarkan apa yang dibutuhkan, namun tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan pula apa yang diinginkan oleh klien. Pengumpulan referensi merupakan salah satu langkahnya. Dengan adanya referensi, desainer memiliki patokan untuk penerapan estetika dalam desain logonya. Berikan beberapa pertanyaan seperti desain seperti apa yang dianggap efektif dan menarik oleh klien? Adakah contohnya? Elemen dan gaya desain seperti apa yang tidak disukai oleh klien, sehingga dilarang untuk diaplikasikan dalam visualisasi logonya?

***

Demikianlah tips dan gambaran isi design brief untuk proyek pembuatan logo. Sekadar catatan, gambaran design brief yang dijelaskan di atas tentu saja fleksibel. Jika gambaran di atas dirasa masih banyak memiliki kekurangan, Haders bisa mengembangkan isinya agar menjadi versi yang lebih baik.  

Sebagai tambahan, HaloDesain akan membagikan contoh design brief ini. Ada dua format design brief yang akan diberikan, doc dan pdf. Format doc berupa beberapa pertanyaan dalam bentuk kuesioner dengan space kosong untuk jawaban. Design brief format doc ini cocok digunakan oleh desainer, karena bisa dengan mudah diedit sesuai kebutuhan. Dengan demikian, saat desainer mendapatkan proyek pembuatan logo, design brief format doc ini bisa dicetak atau dikirimkan ke klien untuk diisi. Design brief format doc ini bisa di-download di sini.

Sementara untuk format pdf, HaloDesain memberikan contoh pertanyaan berupa kuesioner dan jawabannya. Design brief format rtf ini cocok digunakan oleh klien, karena HaloDesain menyadari jika ternyata cukup banyak klien yang merasa bingung saat dihadapkan dengan berbagai pertanyaan yang ada di dalamnya. Design brief format pdf ini bisa di-download di sini.

Semoga bermanfaat!
NewerStories OlderStories Beranda

2 komentar: