20 Tips Promosi Bagi Freelance Designer

Freelance Designer Promotion Tips

Sebagus apa pun suatu produk atau jasa, tetap akan sia-sia jika tidak ditunjang dengan promosi yang baik. Ini berlaku pula bagi desainer komunikasi visual, khususnya yang berstatus sebagai freelancer. Sekeren apa pun skill dan karya kita, bukankah akan percuma jika tidak mampu menjualnya? Buat apa skill dan karya kita, jika tidak ada orang yang tahu?

Di sinilah peran strategi promosi. Melalui strategi yang tepat, bisnis desain kita akan mampu meraih kesuksesan. Bukan hanya sekadar membuat nama kita dikenal, namun juga  mampu membuat kita mendapatkan kesempatan untuk mencapai target pesanan pengerjaan proyek.

Pada kesempatan kali ini, HaloDesain akan mencoba berbagi informasi mengenai cara efektif dalam mempromosian produk. Inilah 20 Tips Promosi Bagi Freelance Designer yang bisa dicoba untuk jasa desain kita:

1. Aktif & Jadilah Populer

Menjadi antisosial tidak akan membantu karir kita sebagai freelancer. Berhenti menatap layar komputer, keluarlah. Buat jadwal untuk menghadiri event-event terkait profesi kita, seperti pameran seni, workshop desain, atau talkshow dari desainer berpengalaman. Sekali-kali, coba ikuti juga event seputar bisnis. Selain bermanfaat untuk belajar mengembangkan bisnis kita sendiri, acara seperti itu juga berguna untuk mencari klien potensial yang sedang membutuhkan desainer.

Jika merasa memiliki ilmu dan pengalaman yang mumpuni, kita juga bisa mempertimbangkan untuk menghubungi beberapa organisasi dan komunitas untuk memberi materi dan pelatihan terkait dunia desain. Intinya, jangan hanya menunggu. Kejar bola, cari peluang, dan jadilah populer!

2. Perkuat Jaringan Dengan Desainer Lain

Bentuklah suatu jaringan dengan desainer lain, baik secara online di media sosial maupun offline melalui event desain yang diikuti. Dengan berteman dengan desainer lain, kesempatan untuk mendapat informasi kerja dan tawaran kolaborasi menjadi semakin besar.

3. Promosi Lintas Profesi

Hubungi semua kerabat, teman, dan rekan bisnis, kemudian yakinkan mereka untuk ikut mempromosikan kita. Berikan juga suatu timbal balik. Jika mereka membantu mempromosikan jasa kita, maka kita pun akan balik mempromosikan bisnis mereka. Harus diingat, membantu promosi bukan berarti harus dalam bentuk media seperti brosur, banner, dan semacamnya. Sebuah rekomendasi dan promosi dari mulut ke mulut pun sudah lebih dari cukup.

4. Referral

Tawarkan potongan harga kepada pelanggan kita, jika mereka berhasil membawa klien lain untuk menggunakan jasa desain kita. Potongan harga sekitar 5 - 20% kepada pelanggan setia yang berhasil membawa klien baru kepada kita bukanlah sesuatu yang merugikan. Selain mampu menghasilkan klien baru, strategi referral juga bisa membuat pelanggan kembali memilih kita jika di lain waktu mereka membutuhkan jasa desain.

5. Jual Karya Secara Online

Ada banyak website yang bisa dijadikan tempat untuk menjual berbagai karya desain, seperti Envato, Etsy dan Threadless. Selain untuk menjual karya desain, website-website tersebut bisa juga dimanfaatkan sebagai tempat memamerkan portofolio. Jadi, di samping mendapatkan passive income dari hasil penjualan, kita pun mendapat tambahan media promosi melalui karya-karya tersebut.

6. Manfaatkan Website Pribadi & Situs Portofolio Online

Manfaatkan website pribadi dan situs portofolio online seperti Behance, Dribble, Kreavi, dan Indonesia Kreatif untuk menyimpan portofolio kita selama ini. Dengan memanfaatkan website dan situs-situs portofolio tersebut, maka karya kita berpeluang untuk dilihat oleh banyak orang. Bayangkan jika yang melihat portofolio kita tersebut adalah desainer lain yang ingin mengajak berkolaborasi atau klien potensial yang mencari desainer. Bukankah itu kesempatan yang bagus untuk mendapatkan proyek?

6. Menulislah!

Cukup banyak desainer yang tidak menyukai kegiatan tulis menulis. Ini cukup disayangkan, padahal sebuah tulisan berkualitas pada dasarnya mampu menjadi sarana promosi yang hebat. Melalui tulisan, pemahaman seorang desainer mengenai bidang yang digelutinya bisa ditonjolkan. Jadi, selain dapat memberi manfaat pada orang lain melalui tulisan-tulisannya, kita juga bisa dinilai sebagai seorang desainer ahli yang benar-benar menguasai bidangnya.

Banyak media yang dapat dimanfaatkan untuk memublikasikan tulisan-tulisan kita. Mulai dari blog pribadi, forum, hingga notes di Facebook. Selain itu, kita juga bisa menjadi penulis tamu di beberapa blog populer yang membahas dunia desain dan freelance.

7. Memanfaatkan Direktori Bisnis

Masih ingat dengan Yellow Pages? Ya, Yellow Pages merupakan sebuah media informasi dan iklan produk dan jasa dalam bentuk direktori yang disusun secara alfabetikal berdasarkan klasifikasi usaha. Hingga saat ini, ternyata masih banyak bisnis yang memanfaatkan direktori iklan tradisional seperti Yellow Pages sebagai alternatif media promosinya.

Disadari atau pun tidak, ini merupakan kesempatan yang bagus bagi para desainer. Banyak perusahaan yang membutuhkan jasa desain efektif untuk iklan mereka di direktori iklan seperti ini. Hubungi kontak perusahaan yang tercantum dalam iklan, kemudian berikan tawaran untuk membuat desain iklan yang nantinya akan dipasang di sana. Catatan, gaya iklan dalam direktori bisnis seperti ini berbeda dengan gaya iklan dalam media massa seperti koran atau majalah. Jadi, sebelum melakukan penawaran, pahami dulu karakteristik iklannya!

8. Kupon Diskon

Sertakan kupon diskon untuk jasa desain kita di bagian belakang kartu nama, brosur, dan media promosi cetak lainnya. Selain itu, membuat e-coupon yang disebar di website, media sosial dan forum online juga bisa menjadi pilihan.

9. Berikan Konsultasi Gratis Soal Desain

Masih banyak klien yang belum mengetahui desain seperti apa yang paling tepat untuk bisnisnya. Di sinilah peran seorang desainer sebagai konsultan diperlukan. Kita bisa memberi konsultasi gratis kepada klien soal kebutuhan-kebutuhan desain mereka.

Mengapa harus gratis? Harus diingat, bisnis yang paling dicari adalah bisnis yang memberikan benefit paling banyak. Dalam konteks jasa desain komunikasi visual, benefit yang diberikan biasanya berupa pelayanan dan kualitas desain yang bagus, harga yang layak, serta lain sebagainya. Masalahnya, semua Freelance Designerr pasti menawarkan benefit seperti itu juga. Karena itu, konsultasi desain gratis merupakan sebuah benefit tambahan yang boleh jadi membuat diferensiasi antara kita dengan freelancer lain.

10. Jadi Iklan Berjalan

Aplikasikan karya desain dan nama bisnis kita ke sebuah t-shirt atau jaket. Kenakan dan pamerkan.
Menjadi iklan berjalan bagi bisnis kita sendiri adalah cara paling seru untuk promosi. Selain akan merasakan sebuah kebanggan karena mengenakan karya desain sendiri, ini juga merupakan strategi self branding yang bagus bagi bisnis kita.

11. Berbagi Produk & Jadikan Orang Lain Iklan Berjalan

Sudah menjadikan diri sendiri sebagai iklan berjalan? Sekarang, lanjutkan ke strategi selanjutnya, yaitu menjadikan orang lain sebagai iklan berjalan untuk bisnis kita. Jika kebetulan sedang memiliki kelebihan uang, coba berikan t-shirt dan jaket bisnis kepada teman atau rekan bisnis. Di samping untuk menjadikan mereka iklan berjalan, hadiah kecil seperti ini juga efektif untuk mempererat hubungan kita dengan mereka.

12. Selalu Follow Up Email

Selalu ucapkan terima kasih kepada klien yang telah memberi kita sebuah proyek serta kepada teman yang mereferensikan nama kita dan membantu bisnis kita. Jangan biarkan orang-orang yang penting bagi bisnis kita pergi hanya karena merasa tidak dihargai. Kirimkan email berupa ucapan terima kasih, dan jaga hubungan kita dengan mereka.

13. Newsletter & Email Promo

Pastikan membuat tombol berlangganan newsletter dan email promo pada website milik kita. Saat ini, sebuah newsletter dan email promo sudah dianggap sebagai salah satu cara tepat untuk mempromosikan bisnis. Selain itu, cara ini juga merupakan cara yang bagus untuk mendapatkan informasi kontak dari klien potensial.

14. Cari Perusahaan/Instansi yang Membutuhkan Perbaikan Desain

Pernah mendapatkan selebaran (flyer atau brosur) dengan desain yang dirasa kurang bagus? Pernah masuk ke sebuah website, kemudian berpikir, "Kok desainnya gini-gini amat yah? Nggak ada yang lebih bagus?". Jika ya, jangan hanya diam dan sekadar mengeluh! Jadikan ini sebagai peluang untuk menawarkan jasa kita. Hubungi perusahaan atau instansi yang dimaksud. Namun ingat, jangan terang-terangan menyebut desain mereka selama ini kurang bagus! Tanyakan saja apa mereka membutuhkan seorang desainer, atau berikan penawaran jika kita bisa membuat berbagai visual branding dan media promosi yang lebih efektif ketimbang yang selama ini mereka gunakan.

15. Freebies

Punya karya desain yang bagus, namun tidak terpakai? Sering membuat proyek fiktif? Coba bagikan karya-karya tersebut secara cuma-cuma, dan submit ke berbagai situs populer penyedia stok desain gratis. Karya freebies, terutama yang disebar melalui berbagai situs populer, sangat bermanfaat untuk meningkatkan traffic pengunjung baru ke website dan akun media sosial kita.

16. Cari Bisnis Baru di Daerah Kita

Baca berbagai media lokal dan cari tahu tentang bisnis-bisnis yang baru berdiri di daerah kita. Ini bisa menjadi kesempatan kita untuk mendapatkan klien potensial. Buat sebuah proposal atau tawaran kepada mereka. Bisnis-bisnis baru seperti itu biasanya membutuhkan jasa desainer, khususnya untuk media promosi mereka.

17. Kirim Tawaran ke Agensi

Ada ribuan agensi desain yang tersebar di seluruh dunia. Sebagian besar di antaranya, seringkali membutuhkan bantuan freelancer untuk membantu pengerjaan proyek mereka. Buat sebuah penawaran yang disertai portofolio terbaik, lalu kirimkan kepada agensi-agensi tersebut. Jika kualitas kita memang memadai, mereka akan menghubungi kita untuk diajak bekerjasama.

18. Lakukan Proyek Amal

Jika sedang tidak ada proyek mendesak, coba sekali-kali buat proyek amal gratis (pro bono). Cari organisasi nirlaba atau charity event yang sekiranya sedang membutuhkan jasa desainer, lalu tawarkan diri sebagai sukarelawan. Anggap proyek amal ini sebagai Corporate Social Responsibilty (CSR) dan buat jadwal rutin untuk melakukannya, misal tiga atau enam bulan sekali.

Meski berstatus amal dan tidak dibayar, tetap berikan yang terbaik untuk proyek ini. Yakinilah jika suatu saat akan ada klien potensial yang melihat karya amal kita tersebut, dan tertarik untuk mengajak bekerjasama.

19. Adakan Lomba

Adakan sebuah lomba dengan syarat tiap peserta diharuskan untuk follow dan like akun media sosial kita. Hadiahnya bisa berupa jasa desain gratis, atau berupa produk jadi seperti t-shirt dan mug dengan gambar karya desain kita. Meski hanya lomba kecil-kecilan, namun strategi ini cukup efektif untuk menghasilkan brand awareness. Bagaimanapun juga, pada dasarnya tiap orang senang mendapatkan hadiah, terutama jika syarat untuk mendapatkannya memang tergolong mudah.

20. Iklan Berbayar

Bagi sebagian besar freelancer, membayar untuk sebuah iklan mungkin tidak bisa dijadikan pilihan. Namun pada dasarnya, tidak ada salahnya untuk menjalankan strategi iklan berbayar ini. Cukup banyak metode yang bisa dipilih, seperti melalui Google Adwords, Facebook Ads, atau menyewa buzzer di Twitter. Hasilnya cukup efektif, dan biayanya jelas jauh lebih murah ketimbang harus membuat iklan di media cetak atau elektronik.

Itulah 20 Tips Promosi Bagi Freelance Designer . Silakan coba jalankan strategi-strategi tersebut. Lalu, bersiaplah untuk menjadi populer dan kebanjiran pesanan!

2 komentar:

  1. Ane Designer baru belajar..boleh kah ane belajar lebih banyak lagi tentang designer graphic.

    BalasHapus